Translate
Tentang Aku
Arsip
-
▼
2013
(21)
-
▼
March
(21)
- Diary Hitam
- Duniaku
- Pak Guru Tarigan
- Cinta Imajiner
- Rumah
- Negeri Para Bandit
- Mimpi
- Dadong Kerti
- Isteri untuk Suamiku
- Luka Erika
- Ketika Ken Marah
- Kisah Tentang Cinta
- Perempuan itu Bernama Dada
- Kain Batik Ibu
- Tara
- Aku dan Cinta
- Juminten
- Aku Tidak Gila
- Rieka Roslan “The Groove” | Musik adalah Tari, Dra...
- Belis
- E-Mail dari Nina
-
▼
March
(21)
Shoutbox
Popular Posts
Blog Teman
Teman
Novelku Nanti
02 March 2013
Musik adalah tari, drama, puisi dan sastra, musik juga kejujuran seseorang untuk mengaplikasikan perasaannya di dalam nada. Itu yang ke luar dari bibir penyanyi terkenal Indonesia Rieka Roslan ‘The Groove” yang juga menjadi juri di ajang Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional di Mataram, Nusa Tenggara Barat. Menurutnya, dalam menyanyi agar suara bagus, pertama harus ada rasa gembira, setelah itu dapat menguasai tempo dan di dalam tempo ada lompatan-lompatan. Di situlah jiwa merasuk ke dalam lagu dan lagu akan dinyanyikan dengan harmoni yang yang indah sehingga si pendengar seperti tersihir dengan olahan pita suara yang keluar melalui alunan merdu si penyanyi.
Rieka jarang mengajari penyanyi asuhannya untuk menjadi orang lain, artinya suara yang dimiliki seseorang harus menunjukkan ciri khasnya sendiri. Bila mereka menyanyi hanya sekedar mengkuti trend atau suara dan gaya dari seorang penyanyi yang tengah naik daun misalnya, maka si penyanyi itu sendiri tidak punya colour, tidak punya warna dalam dunia olah vocal. Genre lagu yang biasanya memberikan warna suara khas dan indah, menurut Rieka ada dalam lagu di genre tempo dulu. “Lagu yang diciptakan oleh para pencipta lagu tempo dulu Itu lebih bagus, imajniasi yang ada di dalam lirik sangat indah, misalnya kalimat kulihat awan, si penyanyi akan berimajinasi awan di langit yang biru itu seperti apa, atau lagu dengan syair ambilkan bulan bu, dll. Teknik menyanyi juga memasukkan unsur imajinasi dan ini harus diselami oleh para penyanyi. Kenapa nada dan syair lagu tertulis kulihat awan? Sebab awan itu berada di atas dan ini ada nada tinggi yang harus diperhatikan. Dengan memperhatikan lirik dan nada, maka si penyanyi sadar, kalau dia akan menyanyi dengan tone yang perfect.” Terang Rieka.
Kursus Piano
Dalam melatih siswa-siswanya bernyanyi, Rieka selalu menyarankan agar para orang tua memberikan kurus musik pada putera-puterinya. Salah satunya kursus piano. Piano akan membuat si anak mengerti dengan tepat nada-nada yang ada di dalam sebuah lagu. Jika hanya imajinasi tanpa membunyikan piano, si penyanyi tidak tahu nada itu seperti apa. Dalam pita suara seorang anak ada masa tenggang, mereka memiliki suara akil balik, lelaki dan perempuan sama dan bila memasuki masa itu, sebaiknya si anak yang telah menjadi penyanyi, menghentikan aktivitas bernyanyinya, namun tidak berhenti secara total. “Saya tidak menyarankan untuk terus bernyanyi, saya menyarankan untuk memelajari alat musik dan teori bermusik. Itulah yang akan membuat mereka langgeng sebagai seorang vokalis. Sebab, setelah memelajari musik khususnya piano di masa tenggang itu, mereka akan semakin mengerti dan menjiwai arti sesungguhnya dalam bermusik. Mereka akan bisa memainkan musik secara mendasar dan mereka juga mengerti teori musik itu seperti apa. Dari pengenalan yang intens dalam bermusik, akhirnya setelah mereka menemukan warna vocal yang keluar dari pita suara, mereka sudah bisa memilih hendak bernyanyi di jalur yang mana, apakah itu pop murni, klasik , jazzy, hip hop atau black, swing, atau bisa pula musik tradisional.”
Di sini peran guru musik penting, seorang guru musik harus mengarahkan siswanya ke ‘tempat’ yang sesungguhnya di mana warna suaranya berada, si siswa tidak diarahkan ke ‘tempat’ gurunya. Artinya, biarkan si siswa yang memilih sendiri genre musik apa yang ingin ia nyanyikan. Karena setelah mereka besar, anak ini sudah bisa ‘memancing’ penulis lagu untuk membuatkannya lagu yang bagus. Jika mereka tidak memiliki warna suara, tidak punya ciri khas, penulis lirik lagu akan susah ‘membongkar’ sisi terdalam dari bakat atau talenta si penyanyi. Contoh penyanyi yang memiliki ciri khas melalui suaranya adalah Vina Panduwinata, dan tentu saja Rieka Roslan sendiri. Nah, menurut Rieka, bila si guru musik telah ‘mengolah’ murid-muridnya dengan benar, mengerti musik dan lirik dengan baik, maka ke depannya dapat diprediksi akan bermunculan penyanyi-penyanyi yang menyanyikan lagu dengan warna suara yang khas.
Melihat penampilan peserta menyanyi solo di FLS2N, Rieka merasa kagum dengan suguhan suara yang mereka sajikan. Ia berharap mereka memiliki ciri tersendiri yang akan dikenang sepanjang masa. Sebab, saat ini dunia entertain lebih mengarahkan para artis penyanyi dalam satu karakter, mulai dari cara berbicara, cara berdandan dan lain-lain yang pada akhirnya membuat penampilan alamiah mereka hilang. Mereka hanya menjadi bahan eksploitasi dunia hiburan yang suatu saat akan mencapai titik jenuh dan penonton tidak lagi menemukan sesuatu yang istimewa dari teknik menyanyi yang ada di diri mereka. Ini berimbas pada karir si penyanyi yang akan berjalan di tempat. Bila itu tidak segera dirubah, mereka tidak akan pernah mencuat menjadi seorang penyanyi solo yang potensial. “Lihat saja grup-grup penyanyi yang sekarang kerap muncul di layar TV, kiblat mereka ke negara tertentu, itu adalah trend yang berlaku sesaat, bila masanya berlalu, dan para penyanyi itu tidak mencari jalan keluar membenahi diri, maka mereka tidak lagi memiliki potensi untuk menjadi penyanyi solo. Tapi kalau mereka mau tetap bertahan dan mencari hal-hal baru yang khas, maka mereka akan menjadi penyanyi solo yang baik.” Tekan Rieka.
Suara Musik Tertua
Di dunia ini sudah ada musik, musik tertua adalah suara. Saat seorang bayi lahir, yang diperdengarkan pertamakali adalah suara tangisannya, setelah itu ada tarian karena si bayi itu bergerak. Dua hal ini tidak bisa dipisahkan, dengan menangis si bayi mengeluarkan suara, ia memiliki perasaan, sedih, senang dll. Kadang si bayi suka senyum sendiri, nah itu adalah imajinasi. Jadi musik adalah sifat alami seorang manusia, semuanya bisa bernyanyi. Kita tidak boleh membuat musik ini menjadi tidak natural. “Kalau ada orang yang mengatakan penyanyi bisa menyanyikan semua genre dalam musik, saya tidak setuju. Karena buat saya manusia itu memiliki kepribadian khas, dia boleh mendengarkan semua jenis musik, tapi dia harus memilih untuk menjadi penyanyi dengan jenis musik apa. Yang berbahaya bila seorang penyanyi menyanyikan semua jenis musik tapi tidak ada ‘warna’ yang berbeda dalam lagu yang dinyanyikannya. Lebih bagus dia bisa menyanyikan semua jenis lagu tapi dengan cara dia. Pengenalan musik memang sebaiknya di usia dini, tepatnya sejak umur 10 atau 12 tahun, dan ini akan membuat si anak menjadi lebih fokus dalam memilih jenis musik apa yang dia tekuni, harus diingat, ciri Indonesianya jangan ditinggalkan. Karena jika kita ke luar negeri mereka akan tampil memesona jika membawakan lagu bernuansa budaya Indonesia.”
Karena di dalam musik itu ada instrument serta lagu yang memiliki nada, jadi kekuatan musik terletak di nada dan syair. Si penyanyi harus menguasai isi syair atau lirik lagu. Sebaiknya semua penyanyi harus tahu siapa penciptanya. Sebab tidak akan ada lagu jika tidak ada syair. Sebaiknya jika seseorang hendak menyanyikan sebuah lagu, yang pertama harus dilakukan adalah, baca lirik lagunya, ucapkan dulu baru dinyanyikan dan itu akan lebih mudah daripada langsung dinyanyikan. Jadi kita harus membalikkan ‘mainset’, seperti anak kecil dalam menyanyikan sebuah lagu, dan ini akan membuat si penyanyi menjadi diri. Vokalis adalah musisi, dia punya dawai yaitu pita suara di dalam tubuhnya, itulah sebabnya, seorang penyanyi harus bisa menjaga performance mereka agar semua itu bisa langgeng dan seumur hidup dia akan dikenang sebagai penyanyi yang berkarakter dan berkualitas.
Labels:
Features
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

0 comments:
Post a Comment
Terima kasih Commentmu kawan.Salam hangat berkawan....